Tak Lagi Menemukan
Tengah hari terlalu membakar pikiran
Perempat hari hujan terlalu galak
Mungkin ini ketiadaan selanjutnya
Tiada puisi dalam hari-hari
Ada yang masih deras di sana
Ada yang mungkin mati
Rupanya tidak seremeh-temeh itu menanggalkan
Bunganya sudah layu
Tangkainya sudah berwarna pudar
Bahkan daunnya saja sudah tak tahu
Aku tak lagi menemukan
punggung dan suara berat yang disuka bersebelahan
Kalimat-kalimat yang ku tuliskan
Seperti habis dilalap jarum jam yang terus berjalan
Tanpa meninggalkan jejak perasaan
Sukma masih mengasihimu,
semoga kasihmu masih berbentuk rasa sakit
supaya lekas aku sesungguhnya mati
tanpa mengasihimu.
Yogyakarta, 27 Maret 2016
Sisla.


Komentar
Posting Komentar