Halimbubu Kamis
Saban hari, duniaku jadi tak sembarang lagi
Estuari yang selalu terjaga kemasinannya
Langkahku tegak tahu rimanya
Anginku damai tahu lekuknya
Matamu bisu!
Astaga, itu hari Kamis!
Tugasku adalah memberi pagi, siang, dan sore untuk keperluan hidup
Untungnya, kau tak kuberi malam
Lihatlah, kalau malamku sampai pada tanganku, matamu akan jelas jadi tumpukan besi yang terkena korosi, hasai
Astaga, ini hari Kamis!
Novi, ku doakan agar kita selalu dalam lingkar temu tanpa bersisalak
Gelombangmu adalah yang terakhir ada pada semesta pikirku
Terakhir ini
Aku berharap
Hujan yang bergeming itu rintiknya mesti kau diami
Untuk membuat kau selalu sejuk mendengar puisiku yang abstrak dan serba terbatas
Nov.
Kalimantan Tengah,
7--24 Novi 2015
Ilham Azmil Putra


Komentar
Posting Komentar