sepuluh persen semangat

Kira-kira dalam rentang waktu satu jam menghabiskan waktu dengan menuai senyuman. Tepat paruh waktu langit sore meranum bertemu teman di jalanan. Teman yang begitu berkesan, hingga saat ini tak dapat terlupakan. Sungguh saya merindukan diskusi seperti dahulu. Seketika melihatnya saya memutar waktu dan tanpa banyak kata berhenti tepat di depannya dengan muka penuh tanya.
"Kamu mau kemana?Yuk tak antar."
"Lho kamu mau pulang kan?aku mau ke kampus kok."
"Ya ndakpapa, yuk?"
"Wah boleh deh daripada jalan."
Kalimat terakhir sebelum menaiki kendaraan dengan perlahan bersamaan selebar senyuman. Ini yang saya minta pada Gusti sejak waktu lalu. Saya rindu sekali dengan kamu, Dil. Sepuluh persen semangat bertambah tanpa jengah. Tentu saja ini hal yang layak untuk disyukuri, bukan hanya diapresiasi. Semangat yang saya cari hingga mengemis secara implisit kepada orang lain didapatkan tanpa diminta. Semangat yang ditunggu kedatangannya sejak dari kemarin rasa-rasanya seperti mati. I love you, Dil...as always.

Tertanda: temanmu pengagum senja.

Komentar

Postingan Populer