bagaimana dengan dugaan?

"Malam mingguku kelabu", celetukku pada salah seorang teman.
Iya.
Semakin menua pendugaan akan sesuatu semakin matang nyatanya.
Sejak siang sudah bermalas-malasan menyambut malam,
ujungnya pun kelam.
Bagaimana?masih juga meremehkan dugaan?
Pada anak tangga kesekian yang sengaja ku tinggalkan dengan beberapa tangisan.
Bagaimanapun saya membulatkan keputusan, demi keutuhan.
Empat jam yang sudah dilewatkan semoga memang menghasilkan kebaikan.
Delapan maret dua ribu empat belas.
Aku membuat keputusan untuk lebih menghargai makna keberadaan.
Semoga keputusan ini didukung oleh Tuhan.
Iya kan?

Komentar

Postingan Populer