#PenggalanSekelumit

.
.
.
.
Jiwaku melonjak kala jiwamu sudah memutuskan tinggal dalam rahim
mata-pipi-kaki yang lucu kan memunculkan isak tangis berkepanjangan
jiwaku meminta setiap detik untuk bersebelahan cepat-cepat
dosa pada Gusti sudah dicatat oleh malaikat sampai nanti pada mati
ia yang tertanam dan pergi, justru telah membawa jiwa juga mati

“Lekas jemput aku di kedai kopi, jangan lupa pakai parfum yang wangi”
Sebab, aku takut, nanti-nanti kau kan
Temui aku dengan membawa segenggam melati
Sungguh, ibadah –ku/-mu harus lebih khusyuk tiap waktu pada Gusti
Sungguh, kelak kau tak bisa lagi menyiasati
.
.
.
.
Jakarta, 9 Desember 2016

Komentar

Postingan Populer