Hari Waktu bagian Pagi
Hari pada waktu bagian pagi
Terjaga dengan pikiran-pikiran sisa dini hari
Atau mungkin sekadar mengingat mimpi
Jendela dengan udara yang masuk dari celah-celah kecil
Memaksa kulit menyadari udara embun sejuk
Seperti biasanya, mengutamakan komunikasi dengan Gusti
Alih-alih pikiran ingin berlari dari diri
Cemas yang kian berbekas
Dalam diri menegaskan untuk cukup berhati-hati
Barangkali nanti benar-benar mati.
Mati.
Mati.
Mati.
Setengah mati.
Setengah hidup.
Berlagak layaknya Gusti mengutuki diri sendiri.
Ditulis pada waktu bagian pagi dengan waktu yang benar-benar
pagi, menemui diri yang sudah setengah mati; pikiran dan jiwa yang terpisah
tanpa pamit untuk pergi.


Komentar
Posting Komentar