inginkan peradaban

Malam ini tetap menjadi malam
waktu terus terbolak-balik sepanjang
keluh berada di dada
banyaknya renung dalam hening
meski ku tenangkan diri dalam kopi
beberapa waktu belakangan ingin selalu dingin
hingga ku rasa salah memilih kopi dingin malam ini
aku takut, hening
kan abadi menyesap di dalam jiwa diri sendiri
terlalu betah tinggal meski tak
inginkan merusak intuisi puisi dari hari ke hari

banyak orang di sekitar untuk hening
nikmati hidup, ku lihat melalui kening
sesekali mengerenyit atau tenang tanpa gerak sekalipun
ekspresi tak pernah disiasati

ku hanya, inginkan
tetap merasakan peradaban, sungguh meski
abu-abu tak mampu bedakan
hitam dan putih pada mukaku

Yogyakarta, 24 Oktober 2016
21:45 WIB
Blanco Coffee and Book

Komentar

Postingan Populer