Kita Berbeda yang Serupa

Satuan jarak sengaja dihabiskan
Tentang sebuah rasa kemerdekaan
Sebermula akan kebebasan
Dan memaksa untuk sebuah perjalanan

Dimulai dari waktu terlalu pagi
Sebelum diketahui cahaya matahari
Menembus udara dan embun dingin
Ada yang ditinggalkan atau sengaja meninggalkan

Stasiun kereta menjadi saksi
Aku selalu ingin pergi
Tetapi kembali kontradiksi
Aku selalu ingin kembali

Beberapa kata sudah langka
Jika suatu waktu menghampirimu
Rahasiakan, sia-sia saja
Sebenar-benarnya isi kepalaku

Aku tahu tentang sebuah kecemasan
Melepaskan gadis kecil keluar
Yang biasanya hanya dibalik jendela
Membuka atau menutup tirai

Seluas-luasnya permainan kata
Mencari-cari sebuah makna percaya
Hingga akhirnya selisih kata pada kita
Sebab banyak ingin yang hanya dibatasi kuasa

Mungkin seperti kuda liar dengan kawanan
Ingin selalu berada di alam
Hari ini ke padang, esok ke gunung
Ringan kaki tanpa ada yang menunggangi

Perkara waktu, begitu katamu
Sebanyak-banyaknya gunung dan laut, begitu kataku
Lahir dengan hitam putih berbeda
Namun, kita adalah serupa

Aku diam-diam mengikuti arusmu
Pun kamu yang akhirnya menilikku
Kita berbeda yang serupa
Mengalir darah, juga denyut yang sama

Saling berucap nama dalam doa
Merajut kata walau beberapa menuai luka
Sebab aku selalu menyayangimu
Sejauh-jauhnya berjalan ke kota lainnya

Banyak halaman cerita kini
Sudah usai sebelum dimulai
Dan sepenuhnya abadi
Tanpa diucapkan sama sekali

*menyepi dini hari sekitar pukul dua pagi

(April, 2015)

Komentar

Postingan Populer