Diam, kali kedua.

Rupanya sudah ada pengaturan dalam kepala, juga jiwa.
Beberapa kesempatan tidak ingin disia-siakan tanpa tujuan
Pada waktu yang tak berjeda, sesak mendesak
Saya masih juga menghampirimu untuk sekadar mendengar cerita
Ini kali kedua, saya duduk diam memandangi kamu yang juga diam
Terlalu sibuk dengan seluruh panca inderamu
Kesenanganmu, tanpa ada saya di dalamnya
Malam menjadi hanya sebuah ilusi kala kita berbicara
Sepertinya saya harus selalu waspada dengan kata-kata
Kala keberadaan yang nyata tidak selalu sama dengan maya
Sebuah apresiasi begitu tinggi ketika tidak ada
Saya belum genap, belum utuh
tapi saya takut jiwa sudah pergi lebih cepat dari sebelumnya.

Komentar

Postingan Populer